Kajian Perilaku Lentur Pelat Keramik Beton (Keraton)

ABSTRAK

Hazairin, Bernardinus Herbudiman dan Mukhammad Abduh Arrasyid

Pemanfaatan keramik beton (Keraton) yang ringan dalam pelat akan mereduksi berat sendiri pelat dan akan secara signifikan mereduksi berat struktur secara keseluruhan. Segmen keramik berongga diproduksi secara pracetak dengan ukuran panjang 25 cm, lebar 21 cm, dan tebal 11 cm. Segmensegmen keramik berongga tersebut kemudian dirakit menjadi bagian dasar (half-slab) pelat lantai yang dilengkapi dengan tulangan tarik longitudinal sepanjang rongga bawah keramik yang dilekatkan dengan mortar. Setelah segmen keramik pracetak terangkai, kemudian dilakukan pengecoran toping beton cast in situ setebal 6 cm. Melalui sistem komposit pada elemen lentur ini, diharapkan bagian beton di daerah atas akan berfungsi menahan tekan dan tulangan akan berfungsi menahan tarik. Daerah di bawah garis netral yang kurang berkontribusi menahan tarik secara signifikan akan diisi oleh keramik berongga. Penelitian ini menggunakan spesimen pelat keramik beton berongga segmental semi-pracetak dengan ukuran total panjang 175 cm, lebar 63 cm, dan tebal 17 cm, yang dipasang pada perletakan sederhana dengan bentang 170 cm. Pelat tersebut diperkuat dengan enam tulangan tarik berdiameter 9 mm di bagian bawah, dan enam tulangan tarik berdiameter 6,5 mm di bagian atas. Pelat tersebut diuji lentur dengan metoda third point loading. Momen lentur hasil pengujian adalah 7,1 kNm, yang menunjukkan persentase 60,99% jika dibandingkan dengan kapasitas lentur elastis atau 29,39% jika dibandingkan dengan kapasitas lentur batasnya. Terjadi keruntuhan pada sambungan antar segmen blok keramik dan terjadi slip antara tulangan dengan mortar penutup. Untuk meningkatkan kinerja sistem komposit keramik-beton ini, disarankan untuk melakukan stressing tulangan dan penggunaan material grout yang lebih baik dari mortar biasa.

Baca File Lengkap: Kajian Perilaku Lentur Pelat Keramik Beton (Keraton).pdf

Facebook Comments
Scroll To Top