Pemetaan Kerentanan Air Tanah (Mapping Groundwater Vulnerability) Cekungan Air Tanah Palu Berdasarkan Agihan Spasial Sistem Akuifer

ABSTRAK

Zeffitni

Jurusan Teknik Sipil, Universitas Tadulako, Jl. Soekarno Hatta Km 9. Palu, Sulawesi Tengah

Email: zefitni_04@yahoo.com

Kebijakan manajemen pemanfaatan air dari sumber air tanah, pada prinsipnya harus tetap memperhatikan aspek kualitas dan lingkungan fisik (physical environment) air tanah, serta proteksi terhadap kontaminan kimia air tanah. Pemetaan kerentanan air tanah (mapping groundwater vulnerability) Cekungan Air tanah (CAT) Palu merupakan salah satu upaya untuk manajemen pemanfaatan air yang tepat di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan titik kerentanan air tanah berdasarkan agihan spasial sistem akuifer berdasarkan integrasi pendekatan geomorfologi dan geologi. Metode analisis data terdiri dari: 1). Analisis spasial dan kelingkungan (spasial ecological) dan 2). Analisis teknis. Analisis ini ditujukan untuk mengetahui agihan air tanah dengan satuan bentuklahan sebagai satuan evaluasi. Proses analisis ini dilakukan dengan cara interpretasi citra satelit yang dilanjutkan dengan pengecekan lapangan untuk menyusun peta satuan bentuklahan. Proses pemetaan menggunakan Sistem Informasi Geografis PC Arc/Info, yang penyajiannya dengan menggunakan Arc View GIS versi 3.3, Map Info Discover versi 6.0, Globe Mapper versi 9.0, Rockworks versi 2002 dan Surfer versi 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi sistem akuifer CAT Palu terdiri atas sistem akuifer dataran aluvial sebagai sistem akuifer utama dan perbukitan denudasional. CAT Palu dibagi atas cekungan air tanah bagian timur dan barat, yang pisahkan oleh Sungai Palu. Cekungan Palu merupakan batas pemisah aliran air permukaan atau merupakan batas DAS Palu. Secara geomorfologi merupakan batas lateral cekungan dan secara geologi merupakan batas vertikal aliran air tanah (flow-controlled boundaries). Hasil pemetaan kualitas air tanah menunjukan bahwa pada beberapa titik pengamatan zona penurapan air tanah di Kota Palu masih dalam kategori aman. Namun demikian manajemen air tanah Kota Palu harus tetap mempertimbangkan prinsip keseimbangan air (water balance).

Baca File Lengkap: DOWNLOAD DISINI

Facebook Comments
Scroll To Top