Model Ketersediaan Air di Waduk Sutami Akibat Perubahan Iklim

ABSTRAK

Gusfan Halik, Nadjadji Anwar, Budi Santosa, dan Edijatno.

Perubahan iklim secara global akan memberikan pengaruh terhadap perubahan pola curah hujan dan temperatur, sehingga memberikan dampak terhadap ketersediaan air di waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model ketersediaan air di waduk akibat perubahan iklim dengan mengambil Waduk Sutami sebagai studi kasus. Metode pendekatan yang dipakai merupakan gabungan antara model SD (Statisitcal Downscaling) dan model hidrologi. Model SD curah hujan dan temperatur dimodelkan dengan ANN (Artificial Neural Networks). Variabel input model SD diambil dari luaran NCEP/NCAR reanalysis. Ketersediaan air di waduk dimodelkan menggunakan model hidrologi IHACRES (Identification of Unit Hydrograph And Component flows from Rainfall, Evaporation and Stream flow data). Hasil running model IHACRES menunjukkan bahwa debit inflow waduk luaran model cukup memadai jika dibandingkan observasinya (tahap kalibrasi EF = 0,64 dan validasi EF = 0,75). Selanjutnya, prediksi debit inflow waduk akibat perubahan iklim dilakukan berdasarkan skenario perubahan iklim SRES (Special Report for Emission Scenario) yang dikeluarkan oleh IPCC 2007, yaitu : SRES B1, SRES A1B dan SRES A2 dari luaran GCM (General Circulation Model) CSIRO-Mk3.5. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketersediaan air di Waduk Sutami pada skenario SRES A2 lebih kecil jika dibandingkan SRES B1 dan SRES A1B.

Baca file lengkap: Model Ketersediaan Air di Waduk Sutami Akibat Perubahan Iklim.pdf

Facebook Comments
Scroll To Top